SETIDAKNYA
HARUS PEKA SEDIKIT
(Family,Social)
PART I
Cast
- Krystal
- Guru
- Orang Tua
Krystal
adalah Siswi semester akhir Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) di salah satu desa, dia adalah anak yang aktif dan pintar,
banyak orang yang kagum dan juga menyayanginya, suatu saat Krystal di panggil
ke ruangan BP untuk membuat Peta Kehidupan Massa Depan atau yang biasa disebut
Bayangan Massa Depan, Banyak murid yang menuliskan jika sudah lulus nanti
mereka ingin bekerja, dan beberapa dari mereka menuliskan ingin kuliah, walau terhambat
biaya. bahkan tidak sedikit juga yang menulis ingin menikah dan tidak tahu
ingin melakukan apa, sama halnya dengan Krystal dia memiliki kemauan dan tekad
yang tinggi akan keinginan dan juga impiannya, tapi sayangnya sebuah tekanan
muncul di hati Krystal, dia merasa tidak bisa memberitahu apa keinginannya
entah apa yang membuat hatinya gelisah, hingga gurunya membujuk Krystal agar
berbicarapun dia tidak bisa memberi tahukannya, hingga pada akhirnya saat belum
selesai Konseling Krystal pergih dari ruang BP karena merasa cemas,guru –
gurupun merasa heran kenapa dia seperti itu hingga keesokan harinya Krystal di
panggil kembali ke ruang BP,”Um… Anu… Itu… Bu….” Seeakan – akan tidak bisa
berkata apa – apa Krystal hanya duduk gelisah dan tidak bisa berkata menjawab
sebuah pertanyaan dari gurunya, Yaitu “Kamu Ingin Menjadi Apa ?” hingga guru
itu pun kesal terhadap Krystal, berbagai cara dan bujukan telah ia lakukan tapi
tidak satupun yang berhasil, hingga akhirnya guru itu memiliki sebuahy ide
yaitu dengan memanggil sahabatnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin
Krystal lakukan, tapi sayangnya temanya juga tidak mengetahui apa – apa tentang
hal itu, dengan memanggil teman tidak berhasil akhirnya guru itu memanggil
kedua orang tua Krystal untuk mendisksikan masalah yang dialaminya, akhirnya
Krystal dan kedua orang tuanya berada diruang BP untuk membahas apa yang
terjadi,”Anak saya itu ingin menjadi seorang Jaksa setiap hari dia belajar buku
– buku tentang politik dan juga Hukum” saat ibunya berkata seperti itu entah
kenapa wajah Krystal sangat kacau dan tidak jelas bahkan hampir menangis, saat
kedua orang tua Krystal pulang Krystal tampak sangat murung dan guru itu
bertanya terhadapnya”Kamu tidak apa – apa ?”Krystal hanya mengangguk pelan dan
tersenyum masam lalu dia kembali kekelasnya, Guru itu masih merasa curiga apa
yang sebenarnya terjadi sama Krystal hingga saat pulang sekolah tiba guru itu
mengikuti Krystal pegih, begitu kagetnya guru iu ternyata Krystal tidak
langsung pulang ia ke kota, hingga sampailah mereka disebuah sanggar tari, dan
guru itu melihat Krystal sedang menari dengan sangat bahagia dengan hal itu,
melihat hal tersebut keesokan harinya Guru itu menemui Krystal kembali dan
menjelaskan apa yang terjadi kemarin dan dia berkata “Kamu ingin menjadi
seorang penari bukan ?”, dengan sangat kaget pipi Krystal berubah menjadi merah
lalu dia menangis dan lari ke kamar mandi, entah apa yang terjadi terhadapnya,
guru itu sampai bingung ingin berkata apa, saat kejadian tersebut Krystal jadi
lebih pendiam dan pemalu, guru itu menemui Krystal kembali untuk menyelassaikan
permasalahan yang terjadi, Ternyata Krystal sangat takut akan apa yang dia
impikan walau dia sangat ingin melakukannya tapi apa daya, keadaannya yang
tidak mendukung dan juga keluarga yang pasti menolak hanya bisa membuat dia
menghela nafas panjang, sebenarnya dia sangat ingin berkata kepada semua orang
tentang impiannya tapi itu tidak semudah apa yang dibayangkan, bukan berarti
dia malu dan tidak percaya diri akan impiannya tapi tidak semua orang bisa
menganggap enteng dan membicarakan hal tersebut sebagai gurauan itulah yang
Krystal takutkan, Akhirnya guru itu memahami kondisi Krystal dan dia mencoba
memanggil kedua orang tua Krystal tanpa sepengetahuannya, setelah diskusi
dengan orang tua Krystal selesai, kedua orng tua Krystal menyadari hal tersebut
dan akan mencoba untuk menolong & memahami Krystal dengan apa yang dia
impikan tanpa sepengetahuan Krystal