Jumat, 27 Oktober 2017

SETIDAKNYA HARUS PEKA SEDIKIT (Family,Social) ( Selingan ) PART I

SETIDAKNYA HARUS PEKA SEDIKIT
(Family,Social)
PART I
Cast
  • Krystal
  • Guru
  • Orang Tua



Krystal adalah Siswi semester akhir Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di salah satu desa, dia adalah anak yang aktif dan pintar, banyak orang yang kagum dan juga menyayanginya, suatu saat Krystal di panggil ke ruangan BP untuk membuat Peta Kehidupan Massa Depan atau yang biasa disebut Bayangan Massa Depan, Banyak murid yang menuliskan jika sudah lulus nanti mereka ingin bekerja, dan beberapa dari mereka menuliskan ingin kuliah, walau terhambat biaya. bahkan tidak sedikit juga yang menulis ingin menikah dan tidak tahu ingin melakukan apa, sama halnya dengan Krystal dia memiliki kemauan dan tekad yang tinggi akan keinginan dan juga impiannya, tapi sayangnya sebuah tekanan muncul di hati Krystal, dia merasa tidak bisa memberitahu apa keinginannya entah apa yang membuat hatinya gelisah, hingga gurunya membujuk Krystal agar berbicarapun dia tidak bisa memberi tahukannya, hingga pada akhirnya saat belum selesai Konseling Krystal pergih dari ruang BP karena merasa cemas,guru – gurupun merasa heran kenapa dia seperti itu hingga keesokan harinya Krystal di panggil kembali ke ruang BP,”Um… Anu… Itu… Bu….” Seeakan – akan tidak bisa berkata apa – apa Krystal hanya duduk gelisah dan tidak bisa berkata menjawab sebuah pertanyaan dari gurunya, Yaitu “Kamu Ingin Menjadi Apa ?” hingga guru itu pun kesal terhadap Krystal, berbagai cara dan bujukan telah ia lakukan tapi tidak satupun yang berhasil, hingga akhirnya guru itu memiliki sebuahy ide yaitu dengan memanggil sahabatnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya ingin Krystal lakukan, tapi sayangnya temanya juga tidak mengetahui apa – apa tentang hal itu, dengan memanggil teman tidak berhasil akhirnya guru itu memanggil kedua orang tua Krystal untuk mendisksikan masalah yang dialaminya, akhirnya Krystal dan kedua orang tuanya berada diruang BP untuk membahas apa yang terjadi,”Anak saya itu ingin menjadi seorang Jaksa setiap hari dia belajar buku – buku tentang politik dan juga Hukum” saat ibunya berkata seperti itu entah kenapa wajah Krystal sangat kacau dan tidak jelas bahkan hampir menangis, saat kedua orang tua Krystal pulang Krystal tampak sangat murung dan guru itu bertanya terhadapnya”Kamu tidak apa – apa ?”Krystal hanya mengangguk pelan dan tersenyum masam lalu dia kembali kekelasnya, Guru itu masih merasa curiga apa yang sebenarnya terjadi sama Krystal hingga saat pulang sekolah tiba guru itu mengikuti Krystal pegih, begitu kagetnya guru iu ternyata Krystal tidak langsung pulang ia ke kota, hingga sampailah mereka disebuah sanggar tari, dan guru itu melihat Krystal sedang menari dengan sangat bahagia dengan hal itu, melihat hal tersebut keesokan harinya Guru itu menemui Krystal kembali dan menjelaskan apa yang terjadi kemarin dan dia berkata “Kamu ingin menjadi seorang penari bukan ?”, dengan sangat kaget pipi Krystal berubah menjadi merah lalu dia menangis dan lari ke kamar mandi, entah apa yang terjadi terhadapnya, guru itu sampai bingung ingin berkata apa, saat kejadian tersebut Krystal jadi lebih pendiam dan pemalu, guru itu menemui Krystal kembali untuk menyelassaikan permasalahan yang terjadi, Ternyata Krystal sangat takut akan apa yang dia impikan walau dia sangat ingin melakukannya tapi apa daya, keadaannya yang tidak mendukung dan juga keluarga yang pasti menolak hanya bisa membuat dia menghela nafas panjang, sebenarnya dia sangat ingin berkata kepada semua orang tentang impiannya tapi itu tidak semudah apa yang dibayangkan, bukan berarti dia malu dan tidak percaya diri akan impiannya tapi tidak semua orang bisa menganggap enteng dan membicarakan hal tersebut sebagai gurauan itulah yang Krystal takutkan, Akhirnya guru itu memahami kondisi Krystal dan dia mencoba memanggil kedua orang tua Krystal tanpa sepengetahuannya, setelah diskusi dengan orang tua Krystal selesai, kedua orng tua Krystal menyadari hal tersebut dan akan mencoba untuk menolong & memahami Krystal dengan apa yang dia impikan tanpa sepengetahuan Krystal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar